Tips Agar Rasa Kopi Tetap NikmatBagi sebagian orang, meminum secangkir kopi dapat memberikan kenikmatan tersendiri dan menjadi ”teman” yang menyenangkan di berbagai suasana. Rasa kopi akan semakin nikmat bila disimpan dan diolah dengan cara khusus.KOPl kini telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi°mereka yang tinggal di kota besar. Apalagi dengan semakin banyaknya kafe khusus kopi dan inovasi dalam pembuatan kopi, sehingga melahirkan semakin banyak pecandu kopi di dunia ini.
Patut diketahui, kesegaran kopi lama kelamaan dapat menghilang karena faktor waktu, udara, kelembaban, suhu panas dan cahaya, sehingga rasanya pun berubah. Oleh karena itu, diperlukan trik khusus agar kualitasnya tetap terjaga, antara lain dengan:Menyimpan kopiSimpan kopi di dalam tempat tertutup dan letakkan di tempat dingin dan kering, dengan suhu sekitar 50-70 derajat Fahrenheit atau sekitar 5°Celsius. Jangan menaruh di dekat kompor, oven atau daerah yang mungkin terkena sinar matahari dan lampu karena suhunya bisa saja terlalu panas clan memengaruhi kualitas kopi.Sebaiknya, jangan menyimpan kopi ke dalam frezeer. Namun bila membeli dalam jumlah banyak, pisahkan sebagian kecil-yang akan digunakan sehari-hari- dan masukkan sisanya ke dalam plastik kedap udara clan simpan di dalam freezer. Namun bila sekali dikeluarkan dari freezer, jangan dimasukkan kembali karena perubahan suhu yang terjadi akan menimbulkan lembab sehingga memengaruhi kualitas kopi Segera letakkan kopi tersebut di tempat kering clan dingin.Biasakan untuk membeli kopi hanya sebatas kebutuhan selama seminggu atau 2 minggu. Dengan begini, Anda talk perlu menyimpan kopi terlalu lama dan kesegarannya pun tetap terjaga.Membuat KopiBila Anda menggunakan coffee maker, pastikan bahwa tempat tersebut bersih dari sisa-sisa kopi sebelumnya karena hal itu dapat menimbulkan bau apak clan mengubah rasa kopi.Untuk menikmati rasa clan aroma yang maksimal dari kopi, gunakanlah air yang berkualitas. Apabila air di rumah mengandung zat besi, gunakanlah penyaring air clan jangan menggunakan air sulingan karena dapat mengubah rasa kopi tersebut.Terakhir, gunakanlah air yang telah mendidih agar seluruh rasa kopi lebih tajam saat diminum. Tunggulah sekitar 30-60 detik sebelum menuangkannya ke dalam gelas.
Sumber: kompas.com
Mencicipi Kopi
Pasti anda sudah tahu kalau di permukaan lidah kita terdapat ratusan bahkan ribuan bintik2 kecil (saya tidak pernah tahu berapa jumlah persisnya. Kalau mau anda boleh hitung sendiri ). Di dalam bintik2 itu terdapat urat2 syaraf yang berfungsi sebagai pendeteksi rasa. Dalam mulut kita terdapat sekitar 10.000 syaraf pendeteksi rasa yang sebagian besar terletak di lidah, dan ada juga yang terletak di dinding atas mulut dan tenggorokan.Yang sedikit mengejutkan adalah, syaraf2 tersebut hanya bisa membedakan 5 macam rasa: manis, asam, asin, pahit, dan umami. Alasan dari keterbatasan tersebut adalah karena tubuh manusia merasa perlu memiliki kemampuan membedakan tanda2 vital antara nutrisi dan racun dari rasanya. Rasa umami misalnya, menunjukkan bahwa bahwa kita sedang mengkonsumsi protein.Faktor AromaAnda juga pasti sudah pernah mendengar bahwa bila hidung kita ditutup, kita kehilangan kemampuan untuk membedakan rasa makanan yang teksturnya hampir sama. Buah apel dan pir, misalnya. Itu karena yang selama ini kita kenal dengan istilah “rasa” adalah gabungan dari sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan indera penciuman. Itulah sebabnya para ahli selalu menghirup aroma kopi dan wine sebelum mencicipinya.Faktor KeturunanKualitas indera perasa manusia diturunkan dari orang tua mereka. Beberapa orang memang punya kemampuan mendeteksi rasa lebih baik dari orang lain. Contohnya ada sekelompok orang yang disebut super tasters, yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kandungan propylthiouracil (PROP) dalam makanan yang tidak terdeteksi oleh kebanyakan orang. Secara umum mereka juga mempunyai sensitivitas lebih tinggi akan rasa2 lain.Yang termasuk dalam kategori di atas boleh lebih sering pergi ke tempat ibadah masing2 untuk bersyukur, tapi bukan berarti orang biasa seperti kita tidak bisa menikmati rasa secara maksimal. Caranya sederhana saja..Cara Mencicipi KopiPada prinsipnya kita harus memaksimalkan sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan penciuman kita. Kopi jangan diminum, jangan diseruput, tapi dihirup. Pada waktu kopi menyentuh bibir bawah anda, hirup aromanya sambil masukkan kopi ke mulut hingga menyebar merata ke atas lidah kita. Dengan cara itu kita memaparkan kopi semaksimal mungkin ke syaraf pendeteksi rasa dalam mulut sekaligus mengirimkan aroma ke indera penciuman sehingga otak mendapatkan informasi yang lengkap tentang kopi yang kita minum.Coba lakukan cara ini untuk mencicipi beberapa jenis kopi yang berbeda, kemudian analisa perbedaannya berdasarkan 5 rasa dasar di atas: apakah kopinya manis, atau pahit, bagaimana tingkat keasamannya dibandingkan kopi yang itu, dan seterusnya. Mungkin anda akan heran seberapa jelas perbedaan rasa yang bisa anda rasakan.
Espresso = Kopi Super Pahit?Saya sering mendengar banyak orang yang -ironisnya- menyatakan diri sebagai “penggemar espresso” mendeskripsikan espresso sebagai kopi super pahit. Menurut saya ini anggapan yang keliru.Rasa pahit memang ada dalam kopi secara alami karena kandungan kafeinnya, tapi seharusnya bukan menjadi rasa yang dominan. Rasa pahit berlebihan dan kurangnya aroma biasanya disebabkan karena kesalahan ekstraksi. Suhu ekstraksi terlalu panas misalnya dapat membakar kopi sehingga rasa pahit lebih menonjol. Kopi Robusta juga terasa lebih pahit karena kandungan kafeinnya jauh lebih tinggi dari Kopi Arabika. Espresso yang diekstraksi dengan benar mempunyai rasa manis alami dan komponen rasa pahit dan asam yang seimbang.Coklat juga punya rasa pahit alami bukan? Tapi saya yakin anda tidak akan menjadi penggemar coklat kalau rasa pahitnya lebih dominan dibanding rasa lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar